Teknik
Bekam (Cupping)
sering disebut juga dengan kop adalah salah satu teknik penarikan permukaan
kulit yang dikembangkan dari teknik sistem kinerja bekam api (pemanasan Cup
dengan api). Pada awalnya hanya digunakan untuk mengeluarkan “Angin”
pada tubuh.
1. Bekam Kering (Dry Cupping)
INSERT IMAGE
Bekam kering adalah pembekaman yang dilakukan tanpa melukai kulit atau mengeluarkan darah dari dalam kulit. Fungsi metode ini untuk relaksasi, detoksifikasi.
2. Bekam Basah (Wet Cupping) INSERT IMAGE
Bekam basah adalah pembekaman yang dilakukan dengan melukai kulit atau mengeluarkan darah. Fungsi metode ini kotoran atau toksin dalam darah dapat langsung di keluarkan.
Berikut ini adalah Standar Operasional Bekam (sumber
google)
SOB inilah
yang harus di pahami oleh setiap terapis bekam ataupun pasien yang akan di
bekam. mudah-mudahan dapat bermanfaat tulisan ini... (sumber google)
Setelah mengetahui jenis dan perbedaan teknik
Cupping, sekarang kita kembali pada pembahasan yang sesuai dengan Tema.
Dry Cupping dari awal pembahasan artikel kita sudah tahu bahwa terlalu dini jika
bekam hanya bisa digunakan untuk mengeluarkan angin saja.
Dry Cupping (bekam kering) Tehnik ini dikerjakan tanpa adanya perlukaan
(Melukai Permukaan Kulit) dan pengeluaran darah. Menurut kinerjanya dibagi
menjadi 2 yaitu :
- Bekam (Diam)
INSERT IMAGE
- Bekam (Bergerak).
Reaksi pigmen pada kulit bekas bekam adalah sebagai berikut:
INSERT IMAGE
1.
Ungu kegelapan atau hitam, pada kebiasaanya hal ini menandakan
(kekurangan) saluran pembekal darah dan saluran (pembuluh) darah yang tidak
lancar yang disertai dan terdapatnya darah beku.
2.
Ungu disertai plaque (berbintik-bintik), pada kebiasanya ia menandakan
terjadinya gangguan/ kelainan gumpalan darah yang berwarna keunguan dan adanya
darah beku.
3.
Bintik-bintik ungu yang tersebar dengan warna yang berbeda (gelap/pekat
dan ada yang ungu muda). Hal ini menandakan kelainan “Qi” dan darah beku.
4.
Merah cerah, biasanya menunjukkan terjadinya defisiensi “Yin”,
defisiensi “Qi” dan darah atau rasa panas yang dahsyat yang diinduksi oleh
defisiensi “Yin”.
5.
Merah gelap, menandakan kondisi lemak di dalam darah yang tinggi
disertai dengan adanya panas patogen.
6.
Bekas bekam yang muncul berwarna agak pucat/putih dan tidak hangat
ketika disentuh, menandakan terjadinya defisiensi cold (dingin) dan adanya gas
patogen.
7.
Adanya garis-garis pecah/ruam pada permukaan bekas bekam dan rasa
sedikit gatal, ia menandakan kondisi adanya wind (lembab) patogen dan gangguan
gas patogen.
8.
Munculnya uap air pada dinding bahagian dalam gelas bekam, menandakan
kondisi adanya gas-gas patogen pada kawasan tersebut.
9.
Blister (lepuhan/lecat) pada bekas bekam, menggambarkan keadaan gangguan
gas yang parah pada tubuh. Adanya darah tipis pada blister merupakan reaksi gas
panas toksin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar